Membaca Candlestick
Salah
satu cara untuk menganalisa market secara teknikal dalam forex online trading adalah dengan membaca candlestick
chart. Menurut analisa teknikal dari data yang diberikan candlestick yang telah
terbentuk sebelumnya maka kita bisa memprediksi seperti apa candle selanjutnya yang akan
terbentuk Apakah candle naik atau candle turun. Sehingga jika kita memiliki
gambaran candle apa yang akan terbentuk, kita bisa mengambil keputusan apakah akan melakukan buy atau sell pada market.
Secara psikology,
candle terbentuk karena adanya TEKANAN penjualan dan DORONGAN pembelian.
Perbedaan antara besarnya tekanan dan dorongan inilah yang kemudian menyebabkan
bentuk candlestik selanjutnya berbeda satu sama lainnya.
Kronologi terbentuknya candlestick :
BULLISH : Ketika ada banyak pembeli yang melakukan pembelian,
maka harga market semakin meningkat sehingga pada akhir periode market ditutup
diatas harga open dan akhirnya terbentuklah candle naik (hijau).
Besarnya dorongan beli bisa diukur dari pergerakan market dari Low sampai Close.
Besarnya dorongan beli bisa diukur dari pergerakan market dari Low sampai Close.
Semakin besar dorongannya maka semakin besar body
candle yang terbentuk.
Sehingga besarnya body candle hijau ini menunjukan
dominasi pembeli.
BEARISH : Ketika banyak trader yang
melakukan penjualan, maka harga market semakin turun sehingga pada akhir peiode
biasanya nilai penutupan market dibawah harga open.
Kondisi inilah yang
menyebabkan candle yang terbentuk berwarna merah (turun).
Pada candle Turun (merah) tekanan penjual diukur dari High sampai Close.
Pada candle Turun (merah) tekanan penjual diukur dari High sampai Close.
Semakin besar tekanan penjualan, maka harga akan semakin
jatuh dan semakin membentuk body candle merah yang panjang. Sehingga besarnya
body candle merah ini menunjukan besarnya dominasi penjual.
Untuk menentukan arah candle selanjutnya yang mungkin akan terbentuk adalah dengan mengamati 5 metode di bawah ini :
1. Perlawanan
2. Percepatan gerak
3. Perlambatan laju
4. Percobaan Balik arah
5. Konvergen
1. PERLAWANAN
Pointnya adalah ketika salah satu pihak mendominasi pasar maka candle akan bergerak searah. Misalnya ketika Pembeli mendominasi pasar maka candle akan terus bergerak searah naik. Selama tidak ada perlawanan dari penjual (tidak ada penjualan yang berarti) candle yang terbentuk mengikuti arah candle sebelumnya.
Sampai
suatu saat sebagian trader merasakan harga sudah terlalu tinggi atau sudah
terlalu jenuh maka muncullah aksi penjualan sebagi bentuk perlawanan dari
penjual. Salah satu penyebabnya adalah aksi profit taking di area jenuh.
Bentuk
perlawanan ditunjukan oleh ekor candle. Ketika perlawanan lebih besar dari
dominasi, maka selanjutnya pihak yang melakukan perlawananlah yang menang dan
akan terjadi pergantian dominasi pasar, sehingga trend akan balik arah. Dari
sini kita bisa memprediksi bahwa candle selanjutnya akan balik arah juga.
2. CANDLESTICK PERCEPATAN
Body sebuah candle yang lebih besar dari candle sebelumnya menunjukan sebuah antusiasme dan dominasi pasar. Maka ketika banyak trader yang berantusias membuka posisi, ini akan menghasilkan sebuah tenaga untuk menggerakan market jadi searah dengan jenis antusias itu. Apalagi tidak ada perlawanan, maka kita bisa memprediksi candle selanjutnya yang akan terbentuk searah dengan candle yang membesar .
3. CANDLESTICK PERLAMBATAN
Kebalikan
dari antusias, keraguan trader untuk membuka posisi menyebabkan market bergerak
melambat. Keraguan ini muncul karena trader menilai market sudah terlalu
tinggi, atau bisa juga sudah terlalu rendah, kondisi jenuh atau market
berada di zona support & resistance. Dengan tidak adanya trader yang
membuka posisi, maka tidak ada tenaga untuk menggerakan market.
Pada
kondisi seperti ini kita harus siap siap membuka posisi balik arah, karena
market akan diambil alih oleh salah satu pihak.
4. CANDLESTICK PERCOBAAN BALIK ARAH
Pada posisi market yang jenuh dan harga sudah terlalu tinggi/rendah, maka akan ada pihak yang mencoba mengakhiri trend yang terjadi, yang ingin membalik arahkan sebuah trend. Namun kadang kala usaha itu diawali dengan sebuah test kondisi, yaitu mengetest apakah market benar -benar bisa dibalik arahkan atau tidak. Test Ini ditandai dengan ekor candle panjang yang berlawanan dengan arah trend yang sedang terjadi.
Kronologinya adalah
sebelum periode berakhir seolah akan terbentuk candle yang berlawanan arah
dengan candle sebelumnya. Menuju akhir period candle ditarik kembali dan
ditutup menjadi searah dengan candle sebelumnya.
Adanya percobaan balik arah ini mengindikasikan akan terjadi balik arah. Sehingga pada kondisi ini kita bisa bersiap siap membuka posisi yang melawan trend.
Adanya percobaan balik arah ini mengindikasikan akan terjadi balik arah. Sehingga pada kondisi ini kita bisa bersiap siap membuka posisi yang melawan trend.
5. CANDLESTICK KONVERGEN
Perlambatan body candle dan sebuah perlawanan (nomer 2) menunjukan bahwa sebagian besar trader mengharapkan market balik arah. Namun ketika tiba-tiba muncul sebuah candle yang menunjukan antusias tetap searah dengan trend yang sedang terjadi (nomer 3), ini patut dipertanyakan.
Bisa
diibaratkan ketika semua orang menginginkan satu hal, namun ada satu orang
menginginkan hal yang berbeda, maka jika dilihat dari tenaganya, tenaga satu
orang ini sebenarnya kecil dan boleh dikatakan kosong, sehingga sangat mudah
untuk dikalahkan.
Kondisi
konvergen candle ini bisa juga terjadi karena ada pihak-pihak tertentu
yang ingin mendapatkan harga yang terbaik, walaupun sudah tahu market akan
balik arah, namun tetap saja menariknya menjadi lebih tinggi atau lebih
rendah dulu untuk mendapatkan harga yang lebih baik, baru kemudian market
dibalik arahkan.
Pada
kondisi seperti ini, kita lihat indikator lainnya, jika indikator lain
menyatakan konvergen juga, maka kita bisa membuka posisi yang berlawanan dengan
trend yang terjadi.






No comments:
Post a Comment